
Empat bulan setelah bentrokan di final Supercopa de Espana, Real Madrid dan Barcelona kembali bertemu di laga puncak Copa del Rey. Dua raksasa Spanyol ini berhasil menghindari satu sama lain di semifinal, tetapi takdir membawa mereka bertarung di final.
Real Madrid menyingkirkan Real Sociedad dengan agregat 5-4, sementara Barcelona juga melangkah dengan kemenangan 5-4 atas Atletico Madrid. Duel El Clasico ini akan digelar di Estadio De La Cartuja, Sevilla, menjanjikan pertarungan yang penuh gengsi.
Laga ini menjadi pertemuan ketiga kedua tim di musim 2024/2025. Barcelona tampil dominan sejauh ini dengan kemenangan 4-0 di La Liga dan 5-2 di final Supercopa de Espana. Madrid punya misi balas dendam sekaligus mempertahankan harga diri mereka.
Real Madrid Berburu Trofi Ketiga
Los Blancos datang dengan ambisi besar. Jika mampu mengalahkan Barcelona, Copa del Rey akan menjadi trofi ketiga mereka musim ini setelah mengangkat Piala Super UEFA dan Piala Interkontinental FIFA.
Real Madrid tentu ingin menampilkan performa yang lebih baik melawan rival abadinya, terutama dengan trofi yang kembali dipertaruhkan. Itulah gambaran situasi tim asuhan Carlo Ancelotti jelang laga.
Dengan persaingan ketat di La Liga, kemenangan ini bisa memberi dorongan moral bagi Real Madrid sebelum bertemu Barcelona lagi dalam duel krusial perebutan gelar liga.
Barcelona: Tak Terkalahkan di 2025
Barcelona tiba di final dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka tidak hanya telah mencetak sembilan gol ke gawang Madrid musim ini, tetapi juga belum merasakan kekalahan sepanjang tahun 2025.
Margin kemenangan yang tipis atas Atletico Madrid menjadikan jalan menuju final El Clasico semakin manis. Itulah salah satu laporan yang tertulis setelah kemenangan tipis 1-0 atas Los Colchoneros di semifinal.
Pertahanan solid Barcelona ditopang oleh Pau Cubarsi dan Inigo Martinez, yang memastikan Atleti tak bisa melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran di laga itu.
Duel Ketat di Setiap Lini
Dalam laga semifinal, Ferran Torres kembali membuktikan ketajamannya dengan mencetak gol kemenangan berkat assist brilian dari Lamine Yamal. Hansi Flick tetap berani menerapkan garis pertahanan tinggi yang membuat Atletico terkunci di area mereka sendiri.
Selama skor masih 0-1, Atleti masih punya peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, kerja keras lini belakang Barcelona memastikan Julian Alvarez, Antoine Griezmann, dan Alexander Sorloth tak mampu menembus pertahanan mereka.
Di sisi lain, permainan keras sempat mewarnai pertandingan. Wasit begitu murah hati mengeluarkan kartu kuning meskipun tidak ada pemain yang berakhir dengan kartu merah.
Final yang Menjanjikan Pertarungan Sengit
Real Madrid tentu tidak akan senang menghadapi tim yang bisa mendominasi mereka di setiap pertemuan. Barcelona telah menunjukkan permainan menyerang yang indah, tetapi kini juga menambahkan elemen ketangguhan dalam strategi mereka.
Madrid masih berambisi untuk mengubah narasi musim ini. Namun, jika Barcelona terus bermain dengan kombinasi teknik dan ketangguhan fisik, laga final ini bisa menjadi salah satu duel El Clasico paling berkesan.
Satu hal yang pasti, duel di Estadio La Cartuja pada pengujung April nanti akan menjadi panggung bagi salah satu dari mereka untuk menegaskan dominasi dan mengangkat trofi Copa del Rey.
Sumber: Sports Illustrated, Barca Blaugranes